https://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/AKM/issue/feedAKM: Aksi Kepada Masyarakat2026-06-27T13:14:05+00:00Havis Aravik,S.H.I., M.S.I., M.M, CHRMP (HP: 0813-1554-5733)[email protected]Open Journal Systems<p><strong><img src="https://ejournal.stebisigm.ac.id/public/site/images/admin/home_akm.png" width="734" height="156" /></strong></p>https://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/AKM/article/view/1591Advokasi Hak Merek Dagang Untuk Penguatan Ekonomi Kreatif Komunitas Sahabat Disabilitas Batang2025-12-10T12:56:56+00:00Agung Barok Pratama[email protected]Abdul Ghofar Saifudin[email protected]<p>Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh penyandang disabilitas dalam pengembangan ekonomi kreatif, khususnya terkait minimnya pemahaman mengenai urgensi pendaftaran hak atas merek dan rendahnya keterampilan dalam pengembangan identitas usaha. Kegiatan ini dilaksanakan bersama Komunitas Sahabat Disabilitas Batang (SDB) yang beranggotakan pelaku usaha mikro di Kecamatan Reban dan Limpung, Kabupaten Batang. Metodologi yang digunakan adalah <em>Community Based Participatory Action Research</em> (CBPAR), yang menekankan pada partisipasi aktif peserta dalam proses identifikasi kebutuhan, pelatihan, hingga praktik langsung. Melalui pendekatan ini, program menyelenggarakan advokasi pendaftaran hak merek, pelatihan desain logo usaha, dan workshop pendampingan teknis. Hasil program menunjukkan bahwa seluruh 15 peserta berhasil menghasilkan logo usaha masing-masing, serta mengalami peningkatan pemahaman mengenai pentingnya perlindungan kekayaan intelektual dan branding dalam meningkatkan daya saing produk. Program ini berkontribusi pada penguatan kapasitas usaha peserta, memberikan nilai tambah pada produk, dan membuka peluang peningkatan pendapatan melalui identitas merek yang lebih profesional. Dengan demikian, advokasi dan pelatihan branding berbasis partisipatif terbukti efektif dalam memperkuat kemandirian ekonomi komunitas penyandang disabilitas</p>2026-06-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Agung Barok Pratama, Abdul Ghofar Saifudinhttps://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/AKM/article/view/1654Pengolahan Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar Minyak sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Jatiluhur Kebumen2025-12-15T06:23:31+00:00Ahmad Aftah Syukron[email protected]Imam Satibi[email protected]Dwiyono Waluyo[email protected]Isnaini Lilis Elviyanti[email protected]Titi Maemunah[email protected]Idad Gholbuddien[email protected]Reivani Adelia Putri[email protected]Suci Amelia Arifin[email protected]Mohamad Ngabdul Kafi[email protected]<p>Kelurahan Jatiluhur termasuk Kelurahan yang menghadapi permasalahan terkait pengelolaan sampah, khususnya sampah plastik rumah tangga. Permasalahan tersebut berupa sampah plastik yang tidak terkelola dengan baik. Ada salah satu bank sampah yang berada di Kelurahan Jatiluhur yaitu KIPS Sejahterah Kendalgrowong yang menampung sampah-sampah plastik. Namun, KIPS Sejahterah Kendalgrowong belum bisa mengolah sampah plastik dengan baik. Bank sampah tersebut hanya menjual sampah plastik ke pengepul sampah. Solusi yang ditawarkan oleh pengabdian kepada Masyarakat ini yaitu teknologi pengolahan teknologi pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) melalui metode pirolisis. Selain itu, bank sampah juga mendapatkan bantuan hibah berupa alat pirolisis. Adapun kegiatan pengolahan sampah plastik dengan metode pirolisis membuat antusias anggota KIPS Sejahterah Kendalgrowong dan pemerintah Kelurahan Jatiluhur beserta peserta lainnya. Anggota KIPS Sejahterah Kendalgrowong sangat antusias dan bersemangat untuk mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak. Hal ini dapat dilihat dari pengelola KIPS yang langsung praktik secara mandiri sehari setelah penyerahan bantuan alat pirolisis. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan Masyarakat Kelurahan Jatiluhur dapat mengolah sampah plastik dengan baik dan benar</p>2026-06-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ahmad Aftah Syukron, Imam Satibi, Dwiyono Waluyo, Isnaini Lilis Elviyanti, Titi Maemunah, Idad Gholbuddien, Reivani Adelia Putri, Suci Amelia Arifin, Mohamad Ngabdul Kafihttps://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/AKM/article/view/1739Pelatihan Penggunaan Artificial Intelligence dalam Pembelajaran untuk Peningkatan Kompetensi Guru SD Islam Mahad Darussalam Palembang2026-04-12T12:53:13+00:00Wita Farla[email protected]Ahmad Syathiri[email protected]Lina Dameria Siregar[email protected]Denny Nabawi[email protected]Tasmi Tasmi[email protected]<p>Integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam proses pembelajaran merupakan tantangan tersendiri bagi pihak sekolah khususnya guru. Masih terdapat kesenjangan yang signifikan antara perkembangan teknologi berbasis AI dengan kesiapan guru dalam penggunaannya. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan penggunaan AI bagi guru SD Islam Mahad Darussalam Palembang untuk meningkatkan kompetensi guru dalam proses pembelajaran. Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan ini meliputi tahap survey awal dan observasi, diskusi dengan mitra, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi kegiatan. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk pelatihan atau workshop dan simulasi langsung kepada para guru. Materi pelatihan meliputi penjelasan manfaat AI dalam pendidikan serta cara menggunakan AI untuk menunjang kegiatan pembelajaran. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test peserta, nilai rata-rata mengalami peningkatan dari pre-test ke post-test. Hal tersebut menunjukkan bahwa setelah dilaksanakan pelatihan, pemahaman peserta mengenai penggunaan AI dalam pembelajaran meningkat. Kegiatan pelatihan ini memberikan implikasi pada peningkatan kompetensi guru terkait pemanfaatan teknologi pembelajaran</p>2026-06-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Wita Farla, Ahmad Syathiri, Lina Dameria Siregar, Denny Nabawi, Tasmi Tasmihttps://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/AKM/article/view/1810Edukasi Keamanan Pangan Berbasis Sains dan Nilai Islam: Upaya Meningkatkan Literasi Zat Aditif pada Anak Panti Asuhan Al-Fitrah Sukabumi2026-04-12T12:46:08+00:00Devi Indah Anwar[email protected]Elsya Putri Winata[email protected]<p>Zat aditif pangan berpotensi menimbulkan risiko kesehatan pada anak apabila dikonsumsi secara berlebihan, sementara literasi keamanan pangan di lingkungan berbasis keagamaan seperti panti asuhan masih terbatas. Studi ini menyajikan pendekatan baru berupa integrasi edukasi berbasis sains dan nilai Islam (halalan thayyiban) sebaai intervensi literasi preventive di Panti Asuhan Al-Fitrah Sukabumi. Menggunakan desain pretest-postest satu kelompok dengan 15 peserta. Program ini meliputi penyuluhan interaktif, simulasi label pangan, dan integrasi dalil Al-Qur’an. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman definisi zat aditif (80% menjadi 86,7%) dan jenis zat aditif (66,7% menjadi 73,3%). Namun, miskonsepsi tentang contoh zat aktif masih tinggi (86,7), menunjukkan perlunya penguatan konseptual yang lebih mendalam.</p>2026-06-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Devi Indah Anwar, Elsya Putri Winata https://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/AKM/article/view/1811Pelatihan Pemanfaatan Picture Book The Magic Cake Berkearifan Lokal Kampung Kapitan untuk Guru SD 2026-04-12T12:46:25+00:00Pratiwi Lestari[email protected]Nurul Aryanti[email protected]Welly Ardiansyah[email protected]Urba Sari[email protected]Ramanda Eritafitri[email protected]Fathur Rohman[email protected]<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; text-align: justify; line-height: normal;">Pemanfaatan picture book dalam pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar telah banyak dikaji, namun pelatihan guru yang mengintegrasikan budaya lokal, literasi digital, dan pendekatan Community-Based Research (CBR) masih terbatas pada konteks pendidikan dasar di Indonesia. Program pengabdian ini bertujuan memperkenalkan pemanfaatan picture book berbasis budaya lokal dan sumber digital dalam pembelajaran bahasa Inggris kontekstual bagi guru sekolah dasar. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri 33 Palembang melalui tiga sesi pelatihan yang melibatkan lima guru bahasa Inggris sekolah dasar. Pendekatan CBR digunakan dengan menekankan kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan guru melalui workshop, simulasi pembelajaran, dan refleksi bersama. Guru diperkenalkan pada berbagai platform digital seperti Story Weaver, Book Dash, dan Global Digital Library serta strategi pre–while–post reading. Data evaluasi diperoleh melalui lembar observasi, kuesioner, dan wawancara reflektif. Hasil kegiatan menunjukkan respons positif peserta terhadap penggunaan picture book dan sumber digital dalam pembelajaran bahasa Inggris. Guru berpartisipasi aktif selama simulasi dan mampu merancang aktivitas pembelajaran sederhana yang mengintegrasikan budaya lokal Palembang serta media digital seperti Canva dan Flipbook. Kebaruan program ini terletak pada integrasi picture book berbasis budaya lokal, literasi digital, dan pelatihan kolaboratif berbasis CBR dalam pembelajaran bahasa Inggris sekolah dasar. Program ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik dan budaya lokal dapat mendukung pembelajaran bahasa Inggris yang lebih kontekstual dan menarik</p>2026-06-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Pratiwi Lestari, Nurul Aryanti, Welly Ardiansyah, Urba Sari, Ramanda Eritafitri, Fathur Rohmanhttps://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/AKM/article/view/1840Workshop Jaringan dan Pelatihan Dasar Mikrotik untuk Meningkatkan Kompetensi Siswa TJK di SMK Negeri 4 Palembang2026-05-07T02:26:28+00:00Fery Antony[email protected]Ni Wayan Priscila Yuni Praditya[email protected]Tasmi Tasmi[email protected]<p>Perkembangan teknologi informasi menuntut pendidikan vokasi untuk meningkatkan kompetensi siswa dalam bidang jaringan komputer dan administrasi sistem. Salah satu kompetensi yang saat ini banyak dibutuhkan di dunia industri adalah kemampuan konfigurasi dan pengelolaan jaringan berbasis Mikrotik RouterOS. Berdasarkan kebutuhan tersebut, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Indo Global Mandiri melaksanakan kegiatan workshop jaringan dan pelatihan dasar Mikrotik bagi siswa jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) di SMK Negeri 4 Palembang melalui program guru tamu. Kegiatan ini melibatkan 42 siswa kelas X dan XI TKJ dengan metode pelatihan berupa penyampaian materi, praktik langsung, dan pendampingan teknis. Materi yang diberikan meliputi konsep dasar jaringan komputer, konfigurasi IP address, DHCP server, hotspot, dan routing menggunakan Mikrotik RouterOS. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan instrumen pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa nilai rata-rata peserta meningkat dari 56,4 pada pretest menjadi 84,7 pada posttest atau mengalami peningkatan sebesar 50,1%. Selain itu, sebanyak 88% peserta mampu melakukan konfigurasi dasar Mikrotik secara mandiri setelah pelatihan. Kegiatan workshop ini tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis siswa, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah kejuruan dalam mendukung pembelajaran berbasis praktik yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri dan dunia kerja</p>2026-06-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Fery Antony, Ni Wayan Priscila Yuni Praditya, Tasmi Tasmihttps://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/AKM/article/view/1843Participatory Digital Marketing and Branding Training for MSMEs Competitiveness2026-05-07T02:27:04+00:00Sirajudin Alaksari[email protected]Anisah Anisah[email protected]Muhammad Rizzik[email protected]<p><em>The rapid development of digital technology requires Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) to adapt by implementing digital-based marketing strategies to enhance their competitiveness. However, many MSME actors still face limitations in utilizing digital marketing and strengthening product branding. This community service program aimed to improve the knowledge and practical skills of MSME actors through digital marketing and product branding training using a participatory practice-based approach. The program involved 28 MSME participants in Kampung Tujuh Village, Cermin Nan Gedang District, Sarolangun Regency. The methods included lectures, interactive discussions, hands-on practice, mentoring, and evaluation through observation sheets and practice assessment instruments. The evaluation indicators covered digital marketing understanding, product branding, target market identification, promotional content creation, and the use of digital media platforms. The results showed significant improvements in participants’ understanding and practical skills, with achievement scores increasing from initial conditions of 10%–20% to 70%–85% after the training. Participants also began implementing digital marketing strategies through social media platforms such as WhatsApp Business, Facebook, and Instagram. The participatory practice-based approach proved effective in improving both conceptual understanding and practical implementation skills among MSME actors. Therefore, this program can serve as an applicable and sustainable empowerment model for strengthening MSMEs competitiveness in the digital era.</em></p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Sirajudin Alaksari, Anisah Anisah, Muhammad Rizzikhttps://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/AKM/article/view/1814Pendampingan Uji Petik Angkutan Sampah Berbasis Efisiensi BBM dan Monitoring di DLHK Palembang2026-04-12T12:47:20+00:00Susi Handayani[email protected]Emilda Emilda[email protected]Hendra Dwipayana[email protected]Lies Nur Intan[email protected]Satria Lukman Nilhakim[email protected]Evan Kurniawan[email protected]<p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: justify;"><span lang="EN-ID" style="font-size: 11.0pt;">Keterbatasan monitoring operasional dan ketiadaan data faktual menyebabkan rendahnya akurasi evaluasi kinerja layanan kebersihan di DLHK Kota Palembang. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan kinerja layanan melalui pendampingan uji petik angkutan sampah berbasis monitoring. Metode meliputi observasi lapangan, penyusunan instrumen uji petik berbasis indikator kinerja, serta implementasi pada beberapa rute dengan pendekatan <em>gap analysis</em> antara data administratif dan kondisi aktual. Hasil menunjukkan deviasi operasional yang signifikan, dengan ketidaksesuaian waktu tempuh sebesar 15–25%, ketidaktepatan rute 10–18%, dan pencatatan volume angkutan yang belum akurat. Kegiatan ini menghasilkan model uji petik berbasis data faktual yang berkontribusi pada peningkatan efisiensi operasional, akuntabilitas, dan kualitas layanan kebersihan.</span></p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Susi Handayani, Emilda Emilda, Hendra Dwipayana, Lies Nur Intan, Satria Lukman Nilhakim, Evan Kurniawanhttps://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/AKM/article/view/1609Penguatan Promosi Digital Dan Edukasi Produk Halal Untuk Mendukung Pariwisata Dewi Tari Desa Rebo Kabupaten Bangka2025-11-23T01:38:49+00:00Karmawan karmawan[email protected]Echo Perdana Kusumah[email protected]Rozi Rozi[email protected]<p>Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Rebo, Kabupaten Bangka, dengan tujuan utama meningkatkan kapasitas digital dan kesadaran halal masyarakat guna memperkuat pengembangan Destinasi Wisata Tanjung Ratu Karang Panjang Rebo Indah (DEWI TARI) sebagai model pariwisata halal berkelanjutan. Program ini menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan UMKM, pengelola wisata, pemuda desa, akademisi, dan pemerintah daerah untuk memastikan perubahan yang inklusif dan relevan dengan kebutuhan lokal. Fokus kegiatan diarahkan pada penguatan literasi digital untuk promosi wisata serta peningkatan pemahaman masyarakat tentang nilai strategis sertifikasi halal dalam pengembangan ekonomi kreatif. Dampak paling signifikan dari program ini terlihat pada meningkatnya kemampuan warga memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi, yang ditunjukkan oleh tumbuhnya eksposur akun resmi “@dewitari_rebo” dan bertambahnya minat wisatawan. Selain itu, kesadaran dan motivasi pelaku usaha terhadap pentingnya produk halal turut meningkat, diikuti kemajuan proses sertifikasi pada sejumlah UMKM. Kolaborasi lintas pihak juga berhasil membentuk kelompok pemuda sebagai duta digital yang memperkuat keberlanjutan promosi wisata halal. Integrasi nilai Islam, teknologi digital, dan kearifan lokal menjadikan DEWI TARI contoh penerapan ekonomi kreatif berbasis syariah yang mampu mendorong kemandirian dan daya saing Desa Rebo</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Karmawan Karmawan, Echo Perdana Kusumah, Rozi Rozihttps://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/AKM/article/view/1594Peningkatan Keterampilan Hidup Dasar Pemuda dalam Komunikasi dan Resolusi Konflik sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan2025-11-28T13:59:21+00:00Sari Mutiara Aisyah[email protected]Larassita Damayanti[email protected]Abdul Halim[email protected]Atrika Iriani[email protected]<p>Kekerasan dapat terjadi di berbagai Instansi Pendidikan, termasuk yang berbasis agama seperti Pesantren. Penguatan Keterampilan Komunikasi dan Resolusi Konflik bagi Pemuda untuk Pencegahan Kekerasan di lingkungan pesantren bertujuan untuk memberikan pemahaman mendasar bagi siswa untuk mampu merespons dan melakukan mitigasi konflik dengan baik. Selain itu, ekosistem belajar yang kondusif, humanis, dan inklusif diharapkan memberikan dampak positif bagi perkembangan akademik dan non akademik siswa. Program ini menggunakan metode <em>Focus Group Discussion</em> (FGD) dan role play untuk memberikan pengetahuan prinsip dasar komunikasi dan resolusi konflik kepada siswa. Materi pelatihan terbagi menjadi dua agenda utama yaitu praktek komunikasi non verbal dan mendengarkan aktif (<em>active listening</em>). Pelaksanaan program melibatkan sinergi antar instansi pendidikan. Adapun evaluasi kegiatan memperlihatkan capaian yang melampaui target.Pelatihan ini mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta dalam memahami serta menerapkan komunikasi nonverbal dan mendengarkan aktif sebagai strategi penyelesaian konflik yang konstruktif. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata capaian kompetensi peserta sebesar 81,93 persen dan tingkat kepuasan peserta mencapai 84,67 persen, keduanya melebihi standar keberhasilan Program. Kegiatan ini diharapkan dapat terus dikembangkan dengan lebih inklusif, melalui sinergi antar Fakultas di lingkungan Universitas Sriwijaya. Sehingga dampak yang diciptakan juga lebih luas, baik dalam aspek edukasi dan sosial. Dalam hal ini, Siswa merasakan adanya peningkatan pengetahuan terkait pentingnya penguasaan atas teknik komunikasi dan implementasinya pada kehidupan sehari-hari. Selain itu siswa juga menilai rangkaian kegiatan bermanfaat bagi pengembangan karakter</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Larassita Damayanti, Sari Mutiara Aisyah, Abdul Halim, Atrika Irianihttps://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/AKM/article/view/1765Penguatan Fungsi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) terhadap Pembangunan Berkelanjutan Desa: Analisis Kelembagaan di Desa Bandur Picak, Koto Kampar Hulu2026-04-12T12:43:11+00:00Sri Maulidiah[email protected]Nina Yuslaini[email protected]Ema Fitri Lubis[email protected]Muhammad Hafizh Rahyunir[email protected]Khotami khotami[email protected]Lang Buana Akbir Ramadhan[email protected]<p>Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bandur Picak menghadapi berbagai kendala dalam menjalankan perannya pada bidang pembangunan desa, meliputi keterbatasan kapasitas kelembagaan, rendahnya pemahaman terhadap regulasi, lemahnya fungsi pengawasan, kesulitan dalam penyusunan perencanaan, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi digital dalam administrasi desa. Kondisi tersebut berdampak pada kurang optimalnya fungsi legislasi, pengawasan, dan penyaluran aspirasi masyarakat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan desa. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan mengoptimalkan peran BPD dalam mendukung keberlanjutan pembangunan desa melalui pendekatan partisipatif dan penguatan kapasitas kelembagaan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan sosialisasi, penyuluhan, dan pelatihan. Sosialisasi bertujuan membangun komitmen bersama antara tim PKM, pemerintah desa, BPD, dan masyarakat. Penyuluhan difokuskan pada penguatan pemahaman mengenai pembangunan desa dalam kerangka Asta Cita, tata kelola pemerintahan desa, dan fungsi strategis BPD dalam pembangunan berkelanjutan. Sementara itu, pelatihan menitikberatkan pada peningkatan keterampilan teknis dalam penyusunan perencanaan pembangunan, evaluasi program desa, serta pemanfaatan aplikasi digital berbasis Google Docs dan Google Drive. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas anggota BPD yang ditunjukkan melalui peningkatan tingkat pemahaman peserta sebesar 78% berdasarkan hasil pre-test dan post-test, peningkatan kemampuan penyusunan dokumen perencanaan desa sebesar 72%, serta peningkatan penggunaan media digital administrasi desa sebesar 65%. Selain itu, partisipasi anggota BPD dalam forum musyawarah desa meningkat dari 60% menjadi 90% setelah pelaksanaan pelatihan. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan kapasitas kelembagaan berbasis pelatihan partisipatif dan digitalisasi administrasi mampu meningkatkan efektivitas fungsi BPD dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan</p>2026-06-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Sri Maulidiah, Nina Yuslaini, Ema Fitri Lubis, Muhammad Hafizh Rahyunir, Khotami Khotami, Lang Buana Akbir Ramadhanhttps://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/AKM/article/view/1743Pelatihan Moderasi Beragama Berbasis Kearifan Lokal: Upaya Peningkatan Kompetensi Guru MA/MTs Nurul Hilal Senuro2026-04-12T12:53:41+00:00Nurhasan nurhasan[email protected]Fitriana Fitriana[email protected]Nurbuana Nurbuana[email protected]Apriyanti Apriyanti[email protected]<p>Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru MA dan MTs Nurul Hilal Senuro dalam mengintegrasikan nilai moderasi beragama berbasis kearifan lokal ke dalam pembelajaran. Hal ini merespons masih minimnya pemahaman guru mengenai moderasi beragama dan belum optimalnya pemanfaatan budaya lokal di madrasah. Kegiatan ini melibatkan 30 peserta dan dilaksanakan menggunakan pendekatan participatory action melalui pemaparan materi, diskusi kelompok, lokakarya penyusunan RPP tematik, serta microteaching. Hasil evaluasi kuantitatif menunjukkan peningkatan pemahaman guru secara signifikan, ditandai dengan kenaikan rata-rata nilai sebesar 30 poin, dari 51,67 (pre-test) menjadi 81,67 (post-test). Sebagai implikasi dan kontribusi kebaruan program, terjadi perubahan paradigma peserta yang kini secara proaktif memanfaatkan tradisi lokal (seperti budaya Besahian atau gotong royong) sebagai media konkret untuk menanamkan nilai-nilai keislaman yang moderat dan toleran. Pendekatan kearifan lokal terbukti efektif dalam menyederhanakan konsep moderasi beragama agar lebih aplikatif bagi guru dan siswa.</p>2026-06-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nurhasan Nurhasan, Fitriana Fitriana, Nurbuana Nurbuana, Apriyanti Apriyantihttps://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/AKM/article/view/1768Transformasi Kelembagaan Desa melalui Model Kolaborasi Internasional dan Digital Governance di Terengganu, Malaysia2026-04-12T12:44:55+00:00Rahyunir Rauf[email protected]Sri Maulidiah[email protected]Norsuhaily Abu Bakar[email protected]Nina Yuslaini[email protected]Muhammad Hafizh Rahyunir[email protected]<p>Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dilaksanakan untuk menjawab tantangan yang dihadapi kelembagaan desa (LKD) antaran lain keterbatasan kapasitas sumber daya manusia LKD, rendahnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan, keterbatasan infrastruktur, lemahnya sinergi antar lembaga, dan minimnya dukungan pembiayaan. Metode menggunakan Rapid Rural Appraisal (RRA), Capacity Building, Collaborative Governance, Asset Based Community Development (ABCD) dengan tahapan kegiatan yaitu survey awal, sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, monitoring evaluasi, dan keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas anggota LKD sebesar 76% berdasarkan hasil evaluasi pre-test dan post-test, terutama dalam aspek manajemen organisasi dan perencanaan pembangunan desa. Selain itu, tingkat partisipasi masyarakat dalam forum musyawarah pembangunan meningkat dari 58% menjadi 87% setelah pelaksanaan program. Kegiatan ini juga berhasil membangun kolaborasi multipihak antara pemerintah desa, LKD, masyarakat, perguruan tinggi, serta pihak eksternal seperti CSR dan organisasi non-pemerintah (NGO). Meskipun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu pendampingan, rendahnya kemampuan adaptasi sebagian anggota LKD terhadap konsep pembangunan berkelanjutan, serta terbatasnya dukungan anggaran program desa. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan berkelanjutan dan penguatan forum komunikasi desa sebagai ruang koordinasi lintas aktor dalam mendukung tata kelola desa yang partisipatif dan berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan collaborative governance berbasis penguatan kapasitas kelembagaan dapat menjadi model strategis dalam mendukung pembangunan desa berkelanjutan.</p>2026-06-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Rahyunir Rauf, Sri Maulidiah, Norsuhaily Abu Bakar, Nina Yuslaini, Muhammad Hafizh Rahyunirhttps://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/AKM/article/view/1813Penguatan Kompetensi Manufaktur Digital Guru Melalui Pelatihan CAD Dan 3D Printing Berbasis Proyek Di SMKN 8 Palembang2026-04-12T12:46:55+00:00Elfahmi Dwi Kurniawan[email protected]M. Amri Santosa[email protected]Nopriyanti Nopriyanti[email protected]Rudi Hermawan[email protected]Romy Saputra[email protected]<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi manufaktur digital guru produktif di SMKN 8 Palembang melalui pelatihan CAD dan 3D Printing berbasis proyek. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan pelatihan tatap muka, praktik terbimbing, dan pendampingan daring. Evaluasi dilakukan menggunakan model Kirkpatrick pada level reaksi, pembelajaran, dan perilaku. Instrumen yang digunakan meliputi angket skala Likert, lembar observasi, dan penilaian kinerja. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan perhitungan gain score untuk mengidentifikasi peningkatan kompetensi peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan kompetensi yang signifikan, dengan nilai kecakapan digital mencapai 4,5, kemampuan desain CAD 4,3, kreativitas 4,2, komunikasi 4,1, dan kolaborasi 4,1. Peserta mampu menghasilkan model 3D, assembly, drawing, serta produk cetak 3D berbasis Autodesk Inventor. Program ini efektif dalam memperkuat pembelajaran vokasi berbasis digital manufacturing serta meningkatkan kesiapan guru dalam menghadapi tuntutan industri 4.0.</p>2026-06-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Elfahmi Dwi Kurniawan, M. Amri Santosa, Nopriyanti Nopriyanti, Rudi Hermawan, Romy Saputrahttps://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/AKM/article/view/1847Pelatihan Paduan Suara Berbasis Fonetik Artikulatoris dan Semantik pada Kelompok Paduan Suara SMPK Ratu Damai Larantuka2026-05-29T03:53:10+00:00Bartoldus Sora Leba[email protected]Fransiska Jone Mare[email protected]Natalia Onie Lein[email protected]Yulius Pertama B Kelen[email protected]<p>Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kualitas performa paduan suara siswa SMPK Ratu Damai Larantuka melalui pelatihan berbasis fonetik artikulatoris dan semantik. Program dilatarbelakangi oleh dominannya fokus latihan paduan suara pada aspek musikal, sementara aspek kebahasaan seperti artikulasi dan pemaknaan lirik masih kurang mendapat perhatian. Kegiatan dilaksanakan selama 10 hari dengan melibatkan 18 siswa anggota paduan suara. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan artikulasi berbasis fonetik artikulatoris, pelatihan pemaknaan lirik berbasis semantik, simulasi paduan suara, serta evaluasi dan refleksi. Evaluasi dilakukan menggunakan lembar observasi artikulasi, rubrik interpretasi lirik, dan analisis rekaman audio sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan artikulasi dengan rata-rata kenaikan sebesar 18,6%, yang ditandai oleh peningkatan kejelasan vokal, konsonan, dan pelafalan lirik. Kemampuan interpretasi lirik juga meningkat dengan rata-rata sebesar 20,7%, terutama pada pemahaman makna konotatif dan ekspresi sesuai makna lagu. Sebanyak 88,9% peserta mencapai kategori baik pada aspek artikulasi dan 83,3% pada aspek interpretasi lirik. Integrasi aspek linguistik dan musikal menghasilkan performa paduan suara yang lebih komunikatif, ekspresif, dan bermakna. Program ini menghasilkan model pelatihan interdisipliner yang berpotensi diterapkan dalam pembelajaran seni musik di sekolah</p>2026-06-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Bartoldus Sora Leba, Fransiska Jone Mare, Natalia Onie Lein, Yulius Pertama B Kelenhttps://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/AKM/article/view/1730Penguatan Literasi dan Sosialisasi Wakaf Uang Sebagai Solusi Kesejahteraan Masyarakat di Kota Pekanbaru 2026-05-29T02:34:26+00:00Rozi Andrini[email protected]Ilham Chanra Putra[email protected]Darnilawati Darnilawati[email protected]Ahmad Raihan Nurdin[email protected]Elisa Amanda[email protected]<p>Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya Indeks Literasi Wakaf Nasional dan Provinsi Riau sehingga rendahnya jumlah penghimpunan wakaf uang di Kota Pekanbaru dibandingkan potensi yang ada. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap wakaf uang dan memotivasi masyarakat untuk berwakaf uang. Pendekatan yang digunakan adalah Partisipatory Action Riset (PAR) melalui identifikasi kebutuhan, edukasi, diskusi, pre tes dan post test serta praktik langsung berwakaf uang melalui nazhir Wakaf uang Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Pekanbaru. Peserta kegiatan berjumlah 52 orang. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat yang signifikan, ditandai dengan meningkatnya pemahaman definisi wakaf uang dari 57% menjadi 92% dan pengetahuan cara berwakaf uang yang benar dari 36% menjadi 100%. Kesadaran akan pentingnya wakaf uang juga meningkat, dengan 79% peserta menyatakan sangat penting dan tertarik berpartisipasi sebanyak 83%. Kegiatan ini turut menghasilkan aksi nyata berupa penghimpunan wakaf uang melalui QRIS BWI Kota Pekanbaru. Temuan ini membuktikan bahwa sosialisasi terstruktur mampu meningkatkan literasi, motivasi dan keterlibatan masyarakat dalam berwakaf uang.</p>2026-06-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Rozi Andrini, Ilham Chanra Putra, Darnilawati Darnilawati, Ahmad Raihan Nurdin, Elisa Amandahttps://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/AKM/article/view/1688Digitalisasi Manajemen Administrasi Dan Kinerja Laboratorium Berbasis Web di SMK2026-04-12T12:51:25+00:00Farhan Yadi[email protected]Rudi Hermawan[email protected]Mochamad Amri Santosa[email protected]Nopriyanti Nopriyanti[email protected]<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan tata kelola bengkel/laboratorium di SMK Negeri 1 Indralaya Utara melalui digitalisasi administrasi berbasis web, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), serta penguatan kapasitas guru dan teknisi bengkel. Permasalahan utama mitra meliputi administrasi bengkel yang masih dilakukan secara manual, belum tersedianya SOP terstandar, serta rendahnya pemanfaatan teknologi digital dalam inventarisasi dan pelaporan. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan capacity building dan practice-based mentoring dengan melibatkan 19 peserta yang terdiri atas guru produktif, teknisi bengkel, dan pengelola sarana prasarana sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan tersusunnya sistem administrasi bengkel berbasis web yang terintegrasi dengan fitur inventarisasi alat, peminjaman, penjadwalan perawatan, dan pelaporan otomatis. Evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa 89% peserta menyatakan sistem mampu meningkatkan efisiensi administrasi dan transparansi pengelolaan bengkel. Selain itu, enam draft SOP bengkel berhasil disusun melalui Focus Group Discussion (FGD). Program ini memberikan kontribusi nyata terhadap modernisasi tata kelola bengkel SMK menuju sistem yang lebih profesional, akuntabel, dan berorientasi pada standar industri</p>2026-06-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Farhan Yadi, Rudi Hermawan, Mochamad Amri Santosa, Nopriyanti Nopriyantihttps://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/AKM/article/view/1714Pelatihan Pembukuan Sederhana Berbasis Pendekatan Partisipatif untuk Penguatan Literasi Keuangan UMKM Intan Permata Desa Matansala2026-04-12T12:52:10+00:00Erwan Sastrawan Farid[email protected]Juliana Kadang[email protected]Mohammad Ega Nugraha[email protected]Jusmawati Jusmawati[email protected]Miftahul Jannah Alwi[email protected]Adiarsyah Ramin[email protected]<p>Literasi pengelolaan keuangan masih menjadi tantangan krusial bagi UMKM di kawasan pedesaan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat keterampilan pembukuan dan literasi keuangan anggota kelompok UMKM Intan Permata di Desa Matansala, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, yang selama ini belum mendapat intervensi pelatihan keuangan yang terstruktur dan kontekstual. Kegiatan dirancang menggunakan pendekatan partisipatif dengan empat tahapan operasional: identifikasi kebutuhan mitra, perencanaan dan persiapan pelatihan, pelaksanaan sosialisasi dan simulasi pembukuan, serta evaluasi program. Sebanyak 15 pelaku UMKM mengikuti dua sesi pelatihan terstruktur. Evaluasi dengan instrumen pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 42 menjadi 73 (skala 100), atau naik sebesar 16 poin persentase, yang mencerminkan peningkatan nyata dalam pemahaman pencatatan transaksi, perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), dan penyusunan laporan keuangan sederhana. Secara kualitatif, peserta menunjukkan komitmen untuk menerapkan pembukuan secara konsisten dan memisahkan keuangan usaha dari keuangan pribadi. Temuan ini mengonfirmasi bahwa pelatihan berbasis simulasi partisipatif efektif membangun kapasitas manajerial dasar UMKM pedesaan, sekaligus menawarkan model intervensi literasi keuangan yang dapat direplikasi di komunitas serupa</p>2026-06-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Erwan Sastrawan Farid , Juliana Kadang , Mohammad Ega Nugraha, Jusmawati Jusmawati, Miftahul Jannah Alwi, Adiarsyah Raminhttps://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/AKM/article/view/1767Penguatan Kelembagaan LKD Berbasis Participatory Governance untuk Mendukung Tata Kelola Desa Berkelanjutan di Bandur Picak Kabupaten Kampar2026-04-12T12:44:05+00:00Rahyunir Rauf[email protected]Sri Maulidiah[email protected]Nina Yuslaini[email protected]Fitrisia Munir[email protected]Ema Fitri Lubis[email protected]Khairul Rahman[email protected]<p style="font-weight: 400;">Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Bandur Picak Kabupaten Kampar dilaksanakan sebagai upaya untuk menjawab permasalahan mitra, yaitu keterbatasan kapasitas Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) dalam memahami peran, fungsi, dan kedudukan sebagai mitra pemerintah desa dalam tata kelola pemerintahan desa. Solusi yang ditawarkan tim PKM adalah penguatan kapasitas melalui serangkaian tahapan kegiatan yang terstruktur meliputi ; survei sosialisasi, penyuluhan, monitoring dan evaluasi, serta perencanaan keberlanjutan program. Metode yang digunakan dalam kegiatan yaitu; Metode Rapid Rural Appraisal (RRA), Metode Participatory Rural Appraisal (PRA), Metode Action Research (AR). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas anggota LKD sebesar 72% berdasarkan hasil evaluasi pre-test dan post-test, terutama pada aspek pemahaman fungsi kelembagaan, tata kelola organisasi, dan partisipasi dalam pembangunan desa. Selain itu, tingkat keterlibatan masyarakat dalam forum musyawarah desa meningkat dari 55% menjadi 84% setelah pelaksanaan program. Kegiatan ini juga berhasil membangun komitmen kolaboratif antara pemerintah desa dan LKD dalam penyusunan program pembangunan desa yang lebih partisipatif dan transparan. Temuan ini menunjukkan bahwa model penguatan kelembagaan berbasis partisipatif dan kolaboratif mampu meningkatkan profesionalitas LKD sebagai mitra strategis pemerintah desa sekaligus memperkuat tata kelola desa yang inklusif, transparan, dan berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan PKM ini tidak hanya memberikan dampak praktis bagi masyarakat desa, tetapi juga berkontribusi terhadap pengembangan model pemberdayaan kelembagaan desa berbasis participatory governance</p>2026-06-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Rahyunir Rauf, Sri Maulidiah, Nina Yuslaini, Fitrisia Munir, Ema Fitri Lubis, Khairul Rahmanhttps://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/AKM/article/view/1870Pemanfaatan Barang Bekas Dalam Kegiatan Kreativitas Bersama Wali Murid RA Mambaul Ulum2026-06-03T08:25:43+00:00Ikwanudin Ikwanudin[email protected]Eka Prasetiawati[email protected]Umi Nur Azizah[email protected]Nurul Fitriani[email protected]Romi Wulan Suci[email protected]Qurrotul Uyun[email protected]Nuri Silviani[email protected]Asfan Ghufron[email protected]Ali Misi[email protected]Imam Muzaki[email protected]Riyan Pebriyanto[email protected]Ahmad Karim[email protected]<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan barang bekas dalam kegiatan kreativitas bersama wali murid RA.Manbaul Ulum Terbanggi Besar di Desa Nambah Dadi, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah. Kegiatan ini merupakan program unggulan (progul) yang dilaksanakan pada tanggal 28 Februari 2026 dengan melibatkan wali murid sebagai subjek utama serta didukung oleh pihak yayasan, sekolah, guru, dan dosen pembimbing lapangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode <em>Asset-Based Community Development</em> (ABCD) yang berfokus pada pemanfaatan potensi lokal berupa barang bekas sebagai sumber kreativitas dan pemberdayaan masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ini mampu meningkatkan kreativitas wali murid dalam mengolah barang bekas menjadi produk yang bernilai guna, serta meningkatkan kesadaran lingkungan melalui perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah berbasis <em>reduce, reuse,</em> dan <em>recycle</em>. Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi melalui pemanfaatan hasil kerajinan sebagai produk bernilai jual. Feedback peserta menunjukkan respon positif serta adanya keinginan untuk melanjutkan kegiatan secara berkelanjutan. Namun demikian, terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan waktu, sarana, dan keberlanjutan program. Dengan demikian, pemanfaatan barang bekas berbasis pendekatan ABCD terbukti efektif sebagai strategi pemberdayaan masyarakat yang integratif antara aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.</p>2026-06-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ikwanudin Ikwanudin, Eka Prasetiawati, Umi Nur Azizah, Nurul Fitriani, Romi Wulan Suci, Qurrotul Uyun, Nuri Silviani, Asfan Ghufron, Ali Misi, Imam Muzaki, Riyan Pebriyanto, Ahmad Karimhttps://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/AKM/article/view/1866Pelatihan Desain Digital dan AI untuk Penguatan Literasi Digital Siswa Sekolah Rakyat 13 Bekasi2026-05-22T06:35:30+00:00Jesita Sani[email protected]Muhammad Fauzi[email protected]<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan desain digital dan <em>Artificial Intelligence</em> (AI) sebagai upaya penguatan literasi digital siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi, demonstrasi platform digital, dan evaluasi menggunakan kuesioner skala Likert. Peserta kegiatan berjumlah 20 siswa kelas 10 G yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sebagai kelompok sasaran program. Materi yang diberikan mencakup pemanfaatan Canva, CapCut, Pixabay, ChatGPT, Gemini, dan Suno AI sebagai sarana pendukung komunikasi visual dan pengembangan ide kreatif. Hasil evaluasi menunjukkan respons yang sangat positif, dengan seluruh indikator memperoleh nilai rata-rata pada rentang 4,30–4,75 dari skala 5. Nilai tertinggi diperoleh pada indikator bahwa desain digital dapat dilakukan menggunakan smartphone (M=4,75), sedangkan nilai terendah terdapat pada indikator pemanfaatan AI untuk membantu penyusunan konsep atau naskah tugas (M=4,30). Temuan ini menunjukkan bahwa siswa memiliki tingkat penerimaan yang tinggi terhadap teknologi desain digital dan AI serta memandang teknologi tersebut sebagai keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran di era digital. Kegiatan ini berkontribusi dalam mendukung penguatan literasi digital siswa melalui pengenalan teknologi kreatif yang mudah diakses, aplikatif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini</p>2026-06-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jesita Sani, Muhammad Fauzihttps://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/AKM/article/view/1878Penyuluhan Digital Marketing Produk Pertanian bagi Pelaku UMKM di Kecamatan Maro Sebo Kabupaten Muaro Jambi2026-06-03T07:54:19+00:00Riri Oktari Ulma[email protected]Elwamendri Elwamendri[email protected]Yanuar Fitri[email protected]Yusma Damayanti[email protected]Zakky Fathoni[email protected]Yulismi Yulismi[email protected]Dewi Sri Nurchaini[email protected]Muhammad Damas Fatih[email protected]<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi dan keterampilan digital marketing pelaku UMKM serta masyarakat petani di Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah rendahnya pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran produk pertanian, sehingga akses pasar dan daya saing produk masih terbatas. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode partisipatif-edukatif yang meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, praktik pembuatan konten promosi, serta pendampingan penggunaan platform digital seperti WhatsApp Business, Facebook, Instagram, dan TikTok. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta terkait konsep digital marketing, pemanfaatan media sosial, dan strategi promosi digital. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor peserta sebesar 69,7% setelah mengikuti kegiatan. Selain itu, peserta mampu membuat konten promosi digital secara mandiri, memahami strategi branding produk, dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran yang lebih efektif. Kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kapasitas pemasaran digital masyarakat serta mendorong pengembangan usaha pertanian berbasis teknologi informasi guna mendukung peningkatan ekonomi lokal secara berkelanjutan</p>2026-06-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Riri Oktari Ulma, Elwamendri Elwamendri, Yanuar Fitri, Yusma Damayanti, Zakky Fathoni, Yulismi Yulismi, Dewi Sri Nurchaini, Muhammad Damas Fatihhttps://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/AKM/article/view/1837Olahan Buah Sonneratia (Bogem) pada UMKM “Home Industry Syrup Mangrove” Wonorejo Kecamatan Rungkut Surabaya2026-05-07T02:33:25+00:00Juliani Pudjowati[email protected]Susi Tri Wahyuni[email protected]Erryana Setyarti[email protected]<p><em>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan keberlanjutan usaha UMKM “Home Industry Syrup Mangrove” di Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Surabaya melalui pemanfaatan buah Sonneratia (bogem). Permasalahan yang dihadapi mitra meliputi proses produksi yang masih manual, keterbatasan fasilitas penyimpanan, serta pemasaran yang belum optimal. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan pemberdayaan masyarakat melalui tahapan observasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan yang dilakukan meliputi pelatihan teknik pengolahan yang higienis, peningkatan kualitas dan pengemasan produk, serta pengenalan strategi pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan mitra dalam proses produksi, peningkatan kualitas produk, serta bertambahnya pemahaman tentang pemasaran. Namun demikian, masih diperlukan pendampingan lanjutan untuk optimalisasi penggunaan teknologi dan pemasaran digital. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha UMKM berbasis potensi lokal mangrove.</em></p>2026-06-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Juliani Pudjowati, Susi Tri Wahyuni, Erryana Setyartihttps://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/AKM/article/view/1838Diversifikasi Produk Tanaman Obat menjadi Jamu Serbuk sebagai Strategi Peningkatan Nilai Tambah Ekonomi Masyarakat di Desa Ngampungan, Kabupaten Jombang2026-05-07T02:31:34+00:00Masadah Masadah[email protected]Darianto Darianto[email protected]Muah Muah[email protected]Mesra Surya Ariefin[email protected]Mokhtar Sayyid[email protected]Hanin Kharisma Parastuti[email protected]<p><em>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat Desa Ngampungan, Kabupaten Jombang melalui diversifikasi tanaman obat keluarga (TOGA) menjadi produk jamu serbuk. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah masih terbatasnya pemanfaatan tanaman obat yang hanya digunakan secara tradisional serta rendahnya keterampilan dalam pengolahan produk bernilai ekonomis. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah tanaman obat menjadi jamu serbuk yang lebih praktis, tahan lama, dan memiliki nilai jual. Selain itu, masyarakat mampu menghasilkan beberapa varian produk seperti jamu jahe, kunyit asam, dan temulawak, serta memahami dasar pengemasan dan pemasaran produk. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam membuka peluang usaha baru berbasis potensi lokal dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Dengan demikian, diversifikasi tanaman obat menjadi jamu serbuk dapat menjadi strategi efektif dalam pemberdayaan masyarakat dan peningkatan nilai tambah ekonomi desa.</em></p>2026-06-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Masadah Masadah, Darianto Darianto, Muah Muah, Mesra Surya Ariefin, Mokhtar Sayyid, Hanin Kharisma Parastutihttps://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/AKM/article/view/1890Pemberdayaan Perempuan Rewarangga Selatan Melalui Inovasi Minyak Aromaterapi Ekstrak Serai Dan Daun Jeruk Wangi 2026-06-04T15:11:18+00:00Maria Endang Jamu[email protected]Lukas Nusa Wedo Lewa[email protected] Angelica Agnes More Laka[email protected]Yosephina Lilianti Fernandez[email protected]Salsabilla Salsabilla[email protected]Stefania Dwinata Sendo[email protected]Viannei Aggriepa Lada[email protected]<p>Tingginya tingkat stres kronis pada masyarakat modern mendorong kebutuhan akan produk relaksasi yang aman dan berbahan alami. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memproduksi minyak aromaterapi relaksasi berbasis bahan alami lokal di RT 08/RW 03 Kelurahan Rewarangga Selatan, Kabupaten Ende. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan praktik langsung, demonstrasi, dan pendampingan pembuatan minyak aromaterapi menggunakan teknik maceration with pre-roasting (sangrai). Bahan utama yang digunakan adalah serai wangi (Cymbopogon nardus), daun jeruk wangi, dan <em>Virgin Coconut Oil</em> (VCO) sebagai pelarut alami. Kegiatan diikuti oleh 25 peserta yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan rata-rata nilai pengetahuan peserta meningkat dari 58,4 menjadi 86,7 atau naik sebesar 48,5%. Sebanyak 92% peserta mampu mempraktikkan proses produksi secara mandiri dan menghasilkan produk minyak aromaterapi siap pakai sesuai standar pelatihan. Selain itu, 88% peserta menyatakan berminat mengembangkan produk sebagai usaha berbasis sumber daya lokal. Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan bahan alami lokal menjadi produk bernilai kesehatan dan ekonomi, sehingga mendukung pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi kreatif lokal secara berkelanjutan</p>2026-06-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Maria Endang Jamu , Lukas Nusa Wedo Lewa, Angelica Agnes More Laka, Yosephina Lilianti Fernandez, Salsabilla Salsabilla, Stefania Dwinata Sendo, Viannei Aggriepa Ladahttps://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/AKM/article/view/1909Strengthening Local Democratic Governance through the Evaluation of Campaign Stages and Electoral Institutional Arrangements in Brebes Regency2026-06-09T07:28:43+00:00Achmad Irwan Hamzani[email protected]<p>Regional head elections (Pilkada) constitute an essential instrument of local democracy that requires not only administrative success but also the establishment of democratic and integrity-based governance. This activity aimed to evaluate campaign stages, the formation of ad hoc electoral bodies, and the institutional arrangements of Pilkada organizers as part of efforts to strengthen local democratic governance in Brebes Regency. The activity was conducted through a Focus Group Discussion organized by the General Election Commission of Brebes Regency involving resource persons, employing lectures, institutional reflection, and the identification of problems in Pilkada administration. The findings indicate that the implementation of campaign stages continues to face several challenges, including weak political competition due to the phenomenon of single candidates, the tendency toward administrative-oriented campaigns, and the challenges posed by digital campaigning. In addition, ad hoc electoral bodies continue to encounter limitations related to human resource capacity, independence, integrity, and institutional coordination effectiveness. Other challenges include the high workload borne by election organizers and institutional efficiency demands in simultaneous Pilkada implementation. This activity contributes to strengthening institutional reflection, enhancing the professionalism of Pilkada organizers, and formulating recommendations for more participatory, transparent, and integrity-based local democratic governance.</p>2026-06-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Achmad Irwan Hamzanihttps://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/AKM/article/view/1888Pendampingan Penyusunan Dokumen Administrasi dan Pelaporan dalam Mendukung Tertib Administrasi di Inspektorat Kabupaten Bangkalan2026-06-04T15:11:40+00:00Afriza Azzala Gibran[email protected]Mohamad Djasuli[email protected]<p>Pengelolaan dokumen administrasi merupakan aspek penting dalam mendukung efektivitas administrasi di lingkungan instansi pemerintahan. Inspektorat Kabupaten Bangkalan melaksanakan berbagai kegiatan yang menghasilkan dokumen administrasi berupa daftar hadir, notulensi rapat, dokumentasi kegiatan, dan laporan administrasi. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendampingan penyusunan dokumen administrasi dan pelaporan dalam mendukung tertib administrasi di Inspektorat Kabupaten Bangkalan. Metode yang digunakan adalah keterlibatan langsung selama kegiatan magang pada bulan Januari hingga Juni 2026, meliputi pengelolaan daftar hadir, penyusunan notulensi rapat, dokumentasi kegiatan, serta pendampingan penyusunan laporan administrasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan penyusunan dokumen administrasi membantu menciptakan pengelolaan dokumen yang lebih tertata dan sistematis sehingga mempermudah proses penyimpanan, pencarian, dan pemanfaatan dokumen dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi instansi.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Afriza Azzala Gibran, Mohamad Djasulihttps://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/AKM/article/view/1881Peningkatan Kapasitas Penjualan UMKM melalui Pelatihan Digital Marketing untuk Mendukung Praktik Usaha Berkelanjutan di Desa Rejosari Barat2026-06-03T07:53:22+00:00Prasetyawan Aji Sugiharto[email protected]Yan Imam Santoso[email protected]Muhammad Reza Ainun Najib[email protected]Ismi Islamia R Iswari[email protected]Dwi Anjarwati[email protected]Defi Setyaningsih[email protected]Dini Afriyani Solikhah[email protected]Alfina Khairunnisa[email protected]Tian Nadya Afifah[email protected]Eka Listiana[email protected]Bagiya Bagiya[email protected]<p>Perkembangan teknologi digital menuntut pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mampu memanfaatkan media digital sebagai sarana pemasaran. Namun, sebagian besar UMKM di Desa Rejosari Barat masih mengandalkan pemasaran konvensional, belum memiliki akun <em>marketplace</em>, serta memiliki keterbatasan literasi digital yang berdampak pada rendahnya jangkauan pasar produk. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas pemasaran digital UMKM melalui pelatihan <em>digital marketing</em> dan pendampingan implementasi media digital. Metode yang digunakan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, pelatihan <em>digital marketing</em>, praktik pembuatan akun <em>marketplace</em> dan media sosial bisnis, pendampingan usaha, serta evaluasi kegiatan menggunakan kuesioner skala Likert. Kegiatan diikuti oleh 15 pelaku UMKM yang bergerak di bidang kuliner dan perdagangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu membuat dan mengelola akun media sosial bisnis serta <em>marketplace</em> sebagai sarana promosi produk. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat kepuasan peserta berada pada rentang skor 3,8–4,3 dari skala 5, yang mengindikasikan bahwa materi pelatihan relevan dengan kebutuhan peserta dan mudah diterapkan dalam kegiatan usaha. Pendampingan intensif pada salah satu mitra usaha juga menghasilkan peningkatan kapasitas pemasaran melalui pembentukan identitas merek dan pemanfaatan <em>platform</em> digital sebagai media promosi. Dengan demikian, pelatihan <em>digital marketing</em> terbukti efektif dalam meningkatkan literasi digital dan kapasitas pemasaran UMKM di Desa Rejosari Barat</p>2026-06-20T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Prasetyawan Aji Sugiharto, Yan Imam Santoso, Muhammad Reza Ainun Najib, Ismi Islamia R Iswari, Dwi Anjarwati, Defi Setyaningsih, Dini Afriyani Solikhah, Alfina Khairunnisa, Tian Nadya Afifah, Eka Listiana, Bagiya Bagiyahttps://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/AKM/article/view/1883Pelatihan Canva untuk Meningkatkan Kompetensi Digital dan Branding Visual UMKM Desa Kertaharja2026-06-04T15:12:14+00:00Supardi Supardi[email protected]Safaruddin safaruddin[email protected]Gani Abdurrazak[email protected]Vera Mandailina[email protected]Abdillah Abdillah[email protected]<p>Transformasi digital menuntut pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menguasai strategi pemasaran berbasis teknologi guna meningkatkan daya saing usaha. Namun, rendahnya kompetensi digital dalam pembuatan konten visual promosi masih menjadi kendala utama UMKM di Desa Kertaharja, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi digital dan branding visual UMKM melalui pelatihan pemanfaatan Canva sebagai media desain promosi produk. Kebaruan kegiatan terletak pada integrasi pelatihan Canva dengan penguatan branding visual melalui praktik langsung dan pendampingan intensif. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif (hands-on training) yang melibatkan 30 pelaku UMKM. Tahapan kegiatan meliputi penyampaian materi pemasaran digital dan branding visual, demonstrasi penggunaan Canva, praktik mandiri, dan pendampingan. Keberhasilan kegiatan diukur melalui angket evaluasi pascapelatihan. Hasil menunjukkan bahwa 90,0% peserta menyatakan materi mudah dipahami, 93,3% menilai Canva mudah digunakan, 86,7% merasa terbantu dalam membuat desain promosi, 96,7% menyatakan pelatihan bermanfaat bagi usaha, dan 93,3% puas terhadap pelaksanaan kegiatan. Selain itu, peserta mampu menghasilkan konten promosi yang lebih terstruktur, informatif, dan menarik secara visual. Pelatihan Canva terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi digital dan branding visual UMKM</p>2026-06-20T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Supardi Supardi, Safaruddin safaruddin, Gani Abdurrazak, Vera Mandailina, Abdillah Abdillahhttps://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/AKM/article/view/1851Pelatihan Guru sebagai Katalis Implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) di Sekolah Dasar Kota Samarinda2026-05-29T03:52:16+00:00Hani Subakti[email protected]Nurul Hikmah[email protected]Eka Selvi Handayani[email protected]Euis Kusumarini[email protected]Andi Alif Tunru[email protected]Wiwik Angranti[email protected]<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pelatihan guru dalam menerapkan <em>deep learning</em> di Sekolah Dasar Negeri 012 Samarinda Utara. Pelatihan ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menggunakan teknologi <em>deep learning</em> dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif analitik dengan model <em>pretest-posttest non-equivalent group design</em>, yang melibatkan dua kelompok: kelompok eksperimen yang mengikuti pelatihan dan kelompok kontrol yang tidak mengikuti pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah pelatihan, 75% guru di kelompok eksperimen merasa siap menggunakan <em>deep learning</em>. Selain itu, penerapan <em>deep learning</em> mengubah dinamika pembelajaran dengan mengalihkan waktu lebih banyak untuk interaksi dengan teknologi dibandingkan dengan metode ceramah tradisional. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis <em>deep learning</em> dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, meskipun tantangan terkait infrastruktur teknologi tetap menjadi perhatian. Oleh karena itu, disarankan untuk terus memperbarui pelatihan guru dan meningkatkan infrastruktur teknologi di sekolah dasar untuk memaksimalkan manfaat dari penerapan <em>deep learning</em></p>2026-06-20T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Hani Subakti, Nurul Hikmah, Eka Selvi Handayani, Euis Kusumarini, Andi Alif Tunru, Wiwik Angrantihttps://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/AKM/article/view/1876Edukasi Pengelolaan Manajemen Biaya Dapur Makan Bergizi Gratis Dengan Metode Activity Based Costing di SPPG Kemang Agung 22026-05-29T02:19:52+00:00Muhammad Adli Dary Hanif[email protected]Ahmad Widad Muntazhor[email protected]Doly Nofiansyah[email protected]Avril Cahaya Robbani[email protected]<p>Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya bagi peserta didik. Dalam pelaksanaannya, dapur MBG tidak hanya berfungsi sebagai penyedia makanan, tetapi juga menjalankan berbagai aktivitas operasional seperti pengadaan bahan baku, persiapan makanan, proses memasak, pengemasan, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat. Namun, pada saat ini pengelolaan biaya operasional pada dapur MBG masih menghadapi beberapa kendala. Sebagian besar pengelola masih menggunakan pencatatan biaya sederhana sehingga belum mampu menggambarkan konsumsi biaya berdasarkan aktivitas secara rinci. Biaya tenaga kerja, utilitas, dan distribusi umumnya dicatat secara umum tanpa pengalokasian yang jelas pada setiap aktivitas operasional. Kondisi tersebut menyebabkan keterbatasan informasi dalam menentukan biaya secara akurat dan mengidentifikasi aktivitas yang paling banyak menggunakan sumber daya. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada dapur SPPG Kemang Agung 2 yang berlokasi di Kota Palembang ini bertujuan meningkatkan pemahaman pengelola dapur mengenai pengelolaan biaya berbasis aktivitas melalui penerapan Activity Based Costing. Metode pelaksanaan dilakukan melalui ceramah, diskusi, tanya jawab interaktif, dan konsultasi terkait pencatatan biaya serta pengendalian sumber daya operasional. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran peserta mengenai pentingnya pengelolaan biaya yang lebih akurat dan sistematis untuk mendukung efisiensi operasional dapur MBG</p>2026-06-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Muhammad Adli Dary Hanif, Ahmad Widad Muntazhor, Doly Nofiansyah, Avril Cahaya Robbanihttps://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/AKM/article/view/1894Peningkatan Layanan Mitra Asing melalui English Conversation and Correspondence for Business di PADI Consulting2026-06-04T15:10:35+00:00Dewa Ayu Dyah Pertiwi Putri[email protected]I Putu Gede Satria Wiraharja[email protected]I Ketut Subagia[email protected]Ni Nyoman Jayanti[email protected]I Gusti Ayu Candri[email protected]<p>PADI Consulting merupakan kantor konsultan pajak yang sebagian besar kliennya adalah perusahaan, villa, hotel, dan restoran yang bekerja sama atau dimiliki oleh warga asing. PADI Consulting memiliki animo yang besar untuk berbenah dari segi manajemen, khususnya dalam memberikan pelayanan prima terhadap klien internasional secara lisan maupun tulisan. Di samping itu, PADI Consulting juga mengharapkan adanya pengayaan wawasan mengenai isu-isu kepariwisataan terkini guna menjaga komunikasi yang sinergis dengan klien internasional, mengingat kantor berbasis di Bali dengan mayoritas klien yang berkecimpung di ranah pariwisata. Untuk mewahanai hal tersebut, Pelatihan <em>English Conversation and Correspondence for Business</em> dan Program Pengayaan Wawasan Kepariwisataan Terkini relevan untuk diberikan melalui metode role play. Setelah dilakukan pelatihan tersebut, terjadi peningkatan dari segi keterampilan conversation dan correspondence dalam menangani mitra asing. Hal ini dibuktikan dari peningkatan nilai rata-rata pada post-test dibandingkan dengan nilai rata-rata pre-test. Pada program conversation, nilai rata-rata pre-test adalah 76 dan meningkat pada post-test dengan nilai rata-rata 82. Untuk program correspondence, nilai rata-rata pre-test adalah 72 dan meningkat pada post-test, yakni 82. Pengayaan wawasan terkait isu-isu kepariwisataan pun menjadikan staf lebih peka, kritis, dan solutif dalam menanggapi dampak positif dan negatif dari isu-isu kepariwisataan terkini</p>2026-06-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Dewa Ayu Dyah Pertiwi Putri, I Putu Gede Satria Wiraharja, I Ketut Subagia, Ni Nyoman Jayanti, I Gusti Ayu Candrihttps://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/AKM/article/view/1918Literasi Hukum Lingkungan bagi Kader HMI dalam Menyongsong Bonus Demografi 2026-06-17T15:14:32+00:00Tiyas Vika Widyastuti[email protected]Fajar Dian Aryani[email protected]Diyas Setyo Herbowo[email protected]<p>Pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan “Literasi Hukum Lingkungan bagi Kader HMI dalam Menyongsong Bonus Demografi” dilaksanakan kepada 16 peserta Latihan Kader II (LK II) HMI Cabang Tegal sebagai upaya meningkatkan literasi hukum lingkungan dan kesadaran ekologis pemuda. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman peserta mengenai hukum lingkungan, tanggung jawab generasi muda, serta peran strategis organisasi kepemudaan dalam menghadapi tantangan bonus demografi. Kebaruan kegiatan ini terletak pada integrasi antara edukasi hukum lingkungan, pemberdayaan kader organisasi mahasiswa, dan penguatan kapasitas pemuda sebagai agen perubahan menuju pembangunan berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan kombinasi melalui <em>Participatory Action Research (PAR), Service Learning (SL), </em>dan<em> Community Education</em> dengan metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, simulasi, serta evaluasi <em>pre-test </em>dan<em> post-test</em>. Materi kegiatan mencakup konsep bonus demografi, perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, hak dan kewajiban masyarakat, bentuk pelanggaran lingkungan, serta peran pemuda dalam advokasi lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dengan nilai rata-rata 68,4 pada pre-test menjadi 83,9 pada post-test, atau meningkat sebesar 15,5 poin. Peningkatan ini menunjukkan bahwa edukasi hukum lingkungan berbasis partisipatif efektif dalam memperkuat kesadaran hukum dan kepedulian ekologis peserta. Implikasi praktis kegiatan ini adalah tersedianya model edukasi hukum lingkungan berbasis organisasi kepemudaan yang dapat diterapkan untuk membentuk kader muda yang aktif melakukan edukasi, advokasi, dan gerakan perlindungan lingkungan di masyarakat.</p>2026-06-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Tiyas Vika Widyastuti, Fajar Dian Aryani, Diyas Setyo Herbowohttps://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/AKM/article/view/1916Pelatihan Pembuatan Buku Ajar bagi Guru Pondok Pesantren Latansa Darussalam Palembang2026-06-17T15:14:06+00:00Nova Yanti Maleha[email protected]Ahmad Widad Muntazhor[email protected]Muhammad Mayqi Syahrudin[email protected]Ika Asmara[email protected]<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan peningkatan kompetensi guru dalam menyusun buku ajar yang sistematis dan kontekstual di Pondok Pesantren Latansa Darussalam Palembang. Permasalahan utama mitra adalah masih terbatasnya pengalaman guru dalam mengembangkan bahan ajar secara mandiri, khususnya buku ajar yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, karakteristik santri, dan nilai-nilai pendidikan pesantren. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktis guru dalam merancang buku ajar sesuai dengan mata pelajaran yang diampu. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan dengan teknik ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi, praktik terbimbing, dan evaluasi. Materi pelatihan meliputi konsep dan fungsi buku ajar, sistematika buku ajar, perumusan tujuan pembelajaran, teknik pengembangan materi, penyusunan latihan, dan evaluasi pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai penyusunan buku ajar dan mampu menyusun kerangka awal buku ajar. Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat kompetensi pedagogik dan profesional guru serta mendukung peningkatan mutu pembelajaran di lingkungan pesantren.</p>2026-06-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nova Yanti Maleha, Ahmad Widad Muntazhor, Muhammad Mayqi Syahrudin, Ika Asmarahttps://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/AKM/article/view/1926Pemberdayaan Karang Taruna Melalui Pendampingan Penyusunan Rencana Aksi Pengembangan Desa Olahraga Di Desa Sungai Rebo Kecamatan Banyuasin I 2026-06-27T13:14:05+00:00Rahmawati Rahmawati[email protected]Fina Dian Arini[email protected]Citra Iasha[email protected]A. Ridhuan Habena[email protected]Supardi Supardi[email protected]Tarmizi Endrianto[email protected]<p>Olahraga merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang berperan penting dalam menjaga kesehatan jasmani dan rohani, sekaligus menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda. Pemerintah melalui kebijakan pembangunan keolahragaan nasional mendorong tumbuhnya budaya berolahraga mulai dari unit pemerintahan terkecil, yaitu desa, melalui konsep desa atau kampung olahraga. Karang Taruna sebagai organisasi sosial kepemudaan di tingkat desa memiliki peran strategis sebagai penggerak utama kegiatan kepemudaan, termasuk di bidang keolahragaan. Namun demikian, pengurus dan anggota Karang Taruna Desa Sungai Rebo, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, masih memiliki pemahaman yang terbatas mengenai konsep desa olahraga, manajemen organisasi kepemudaan, dan strategi penyusunan program kerja keolahragaan yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan sosialisasi dan pendampingan kepada Karang Taruna Desa Sungai Rebo dalam mendukung pengembangan desa olahraga. Metode yang digunakan meliputi survei awal dan analisis kebutuhan, sosialisasi melalui ceramah dan diskusi interaktif, focus group discussion (FGD), serta pendampingan penyusunan rencana aksi (action plan). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep dan manfaat desa olahraga, tersusunnya draf program kerja keolahragaan desa, serta meningkatnya antusiasme pemuda untuk berpartisipasi dalam kegiatan olahraga di desa. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi Desa Sungai Rebo dalam mewujudkan desa olahraga yang mandiri dan berkelanjutan.</p>2026-07-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Rahmawati Rahmawati, Fina Dian Arini, Citra Iasha, A. Ridhuan Habena, Supardi Supardi, Tarmizi Endriantohttps://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/AKM/article/view/1932Penguatan Literasi Keuangan Digital Dan Fintech Bagi UMKM Pada Era Ekonomi Digital2026-06-27T13:13:50+00:00Endah Dewi Purnamasari[email protected]Aliah Ghina[email protected]Naila Ardita Salsabila[email protected]Tania Anggraini[email protected]<p>Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, namun sebagian besar pelakunya masih memiliki pemahaman yang terbatas terhadap layanan keuangan digital, seperti dompet digital, QRIS, pinjaman daring (peer-to-peer lending), dan layanan paylater. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat literasi keuangan digital dan kompetensi financial technology (fintech) bagi pelaku UMKM dalam menghadapi era ekonomi digital. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 30 pelaku UMKM. Metode yang digunakan meliputi pelatihan klasikal, diskusi kelompok, simulasi langsung penggunaan aplikasi fintech dan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pemahaman peserta. Hasil menunjukkan rata-rata skor literasi meningkat dari 53,34 pada pre-test menjadi 74,89 pada post-test, yang menunjukkan adanya peningkatan yang berarti pada pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri peserta dalam menggunakan layanan fintech secara aman. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan literasi fintech yang terstruktur dan berbasis praktik dapat memperkuat kapasitas pelaku UMKM untuk berpartisipasi secara lebih aman dan produktif dalam ekonomi digital, sekaligus menegaskan pentingnya program pendampingan lanjutan.</p>2026-07-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Endah Dewi Purnamasari, Aliah Ghina, Naila Ardita Salsabila, Tania Anggrainihttps://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/AKM/article/view/1934Peningkatan Kapasitas Organisasi Dan Kepemimpinan pada Perangkat Desa Sungai Pinang Kecamatan Rambutan Kabuaten Banyuasin2026-06-27T13:13:37+00:00Isabella Isabella[email protected]Dwiki Adi Putra[email protected]<p>Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa perangkat desa mengalami keterbatasan dalam manajemen administrasi dan tata kelola, serta kurangnya kemampuan kepemimpinan yang efektif. Perangkat desa ada yang belum mendapatkan pelatihan yang memadai, menyebabkan program-program desa tidak berjalan sesuai rencana dan pelayanan publik menjadi kurang optimal. Minimnya pelatihan kepemimpinan membuat para pemimpin desa kesulitan dalam mengatasi berbagai tantangan dan konflik. Rendahnya partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan desa juga menjadi hambatan besar.</p> <p>Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diusulkan pelaksanaan pelatihan yang menyeluruh bagi perangkat desa. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman perangkat desa mengenai organisasi dan kepemimpinan, serta meminimalisir potensi penyalahgunaan kekuasaan. Pelatihan ini dilaksanakan melalui beberapa tahap: pendahuluan dengan observasi dan wawancara, analisis kebutuhan mitra, dan pelaksanaan pelatihan dengan materi peningkatan kapasitas organisasi dan kepemimpinan. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan perangkat desa dalam manajemen administrasi dan kepemimpinan. Partisipasi aktif selama pelatihan mencerminkan peningkatan kesadaran akan pentingnya kapasitas organisasi dan kepemimpinan yang baik. Pelatihan ini juga membantu mengurangi potensi penyalahgunaan kekuasaan dengan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang tanggung jawab dan etika. Dengan pendekatan yang tepat dan berkelanjutan, diharapkan desa Sungai Pinang dapat mencapai kemajuan yang signifikan dalam berbagai sektor pembangunan.</p>2026-07-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Isabella Isabella, Dwiki Adi Putra