Pengembangan Ekonomi Dibidang Pertanian Serta Pengentasan Kemiskinan Dengan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Teknologi di Negara Berkembang
Main Article Content
Abstract
Studi ini dimaksudkan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik terkait dengan pemanfaatan TIK dari beberapa negara berkembang untuk tujuan pengembangan ekonomi pertanian dan pengentasan kemiskinan. Dari lessons learned, diharapkan mendapatkan peluang dan tantangan yang harus disolusikan terkait dengan pemanfaatan TIK untuk pengembangan ekonomi pertanian dan pengentasan kemiskinan, khususnya di Indonesia. Dengan metode studi literatur dari beberapa negaraberkembang menunjukkan bahwa TIK memainkan peranan membantu petani dalam pengambilan keputusan, dalam kaitannya dengan waktu penanaman dan panen karena ini penting dalam pembangunan pertanian.Dalam hal ini, TIK memberdayakan petani dengan aset produktif dan pemasaran, meningkatkan kapasitas produktif mereka sehingga mengurangi status kemiskinan mereka.Layanan TIK yang terjangkau di masyarakat pedesaan telah memainkan peran yang sangat kuat dalam meningkatkan kondisi ekonomi penduduk yang berkontribusi pada ekonomi pedesaan.TIK memiliki potensi untuk menjadi instrumen yang efektif dalam mendukung pengentasan kemiskinan. Di Indonesia, TIK belum dimanfaatkan secara baik untuk pengembangan usaha pertanian karena rendahnya tingkat pendidikan rumah tangga usaha pertanian dan akses informasi terhadap media internet. Untuk mengatasi kesenjangan informasi bagi rumah tangga/masyarakat desa adalah dengan lebih mengefektifkan petugas penyuluh lapangan, mengakselerasi pembangunaninfrastruktur telekomunikasi dalam rangka penguatan signal telekomunikasi, dan memberikan dukungan secara terus-menerus kepada petani pedesaan dan usaha pertanian.
Article Details
References
Adeniyi, O.B. 2010.Potentials of information and communication technology for poverty alleviation and food security.Journal of Agricultural Extension 14(2), 131-139.
Asian Development Bank. 2003. A strategic approach to information and communication technology. Toward e-development in Asia and the pacific.
Harahap A.R. 2016. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pemenuhan informasi bagi rumah tangga usaha pertanian di Kecamatan Halongonan.Penelitian Komunikasi dan Pembangunan, 17(2), 77–88.
Harris, R. 2002. A framework for poverty alleviation with ICTs [Internet].Roger Harris Associates, Hong
Kong.http.//www.tanzaniagateway.org/docs/framework_for_pover ty_alleviation_with_ICTs.pdf] [Diakses pada 6 May 1018].
Isife, B.I., Nnodim, A.,& Albert, C. 2013. The role of ict in poverty alleviation among rural farmers in Abia State.Computer Engineering and Intelligent Systems, 4(7), 20–25.
Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. 2015. Pemanfaatan dan Pemberdayaan Teknologi Informasi dan Komunikasi pada Petani dan Nelayan (Survey Rumah Tangga dan Best Practices) Edisi 2015. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Penyelenggaraan Pos dan Informatika Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Leary, J. & Berge, Z.L. 2006.Trends and challenges of e-learning in national and international agricultural development.Internal Journal of Education and Development Using ICT, 2(2).Retrieved from http://ijeduct:dec.uwi.edu/viewarticle.php?id=179& layout html on 8/1/2007.
Madukwe, M.C. 2006. Delivery of agricultural extension services to farmers in developing countries; Issues for considerations.“Knowledge for development” Observatory on Science and Technology.http//knowledge cta.int/tr/content/view/full/3009.