Ekonomica Sharia: Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah https://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/esha <p>Ekonomica Sharia: Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah&nbsp;pada Prodi Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah Indo Global Mandiri</p> Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri Palembang en-US Ekonomica Sharia: Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah 2461-002X PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN KARIER SEBAGAI DETERMINAN KINERJA GURU PADA PONDOK PESANTREN LATANSA DARUSSALAM PALEMBANG https://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/esha/article/view/1903 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pelatihan dan pengembangan karier terhadap kinerja guru pada Pondok Pesantren Latansa Darussalam Palembang. Studi ini berangkat dari kebutuhan penguatan manajemen sumber daya manusia pendidikan pada lembaga pesantren, yang tidak hanya menuntut kompetensi pedagogik dan profesional, tetapi juga keteladanan, kedisiplinan, dan internalisasi nilai religius dalam pembelajaran. Berbeda dari kajian kinerja guru pada sekolah umum, penelitian ini menempatkan pelatihan dan pengembangan karier sebagai dua instrumen kelembagaan yang saling melengkapi dalam membangun kompetensi, motivasi, loyalitas, dan profesionalisme guru pesantren. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Populasi penelitian adalah seluruh 60 guru aktif Pondok Pesantren Latansa Darussalam Palembang, dan seluruhnya dijadikan responden melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru (B = 0,315; t = 2,861; p = 0,006). Pengembangan karier juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru (B = 0,509; t = 7,193; p &lt; 0,001), serta memiliki pengaruh relatif lebih dominan. Secara simultan, pelatihan dan pengembangan karier berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru (F = 42,530; p &lt; 0,001) dengan nilai R² sebesar 0,599. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja guru pesantren perlu dilakukan melalui pelatihan berbasis kebutuhan dan sistem pengembangan karier yang transparan, terstruktur, serta selaras dengan budaya kerja pesantren.</p> Nova Yanti Maleha Juanisa Iriani Budi Arianto Copyright (c) 2026 Ekonomica Sharia: Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-24 2026-07-24 12 1 1 22 10.36908/esha.v12i1.1903 INOVASI WAKAF DI ERA DIGITAL DALAM MENGOPTIMALKAN POTENSI PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN (SDGs) https://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/esha/article/view/1818 <p>Wakaf merupakan sarana dan modal yang sangat penting dalam memajukan perkembangan keagamaan dan kemasyarakatan, khususnya bagi umat Islam untuk mencapai kesejahteraan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana inovasi digital dalam pengelolaan wakaf dan bagaimana dampak wakaf digital terhadap pembangunan berkelanjutan (SDGs). Metode penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka (<em>library research</em>) dengan menggunakan pendekatan kualitatif, yang berarti bahwa penelitian ini berfokus pada pengumpulan, dan analisis data dari berbagai sumber tertulis yang memiliki hubungan dengan topik yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk inovasi wakaf di era digital yang dapat mendukung pembangunan berkelanjutandi negara berkembang antara lain <em>crowdfunding </em>wakaf digital, <em>blockchain </em>wakaf, wakaf online, analitik data wakaf dan wakaf produktif digital. Wakaf memiliki potensi yang besar untuk mendukung program pembangunan berkelanjutan di negara berkembang, khususnya dalam aspek-aspek pengembangan, ekonomi masyarakat, penyediaan fasilitas publik, pengentasan kemiskinan, pelestarian lingkungan.</p> Saprida Saprida Fitri Raya Muharir Aura Anggun Copyright (c) 2026 Ekonomica Sharia: Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-29 2026-07-29 12 1 21 30 10.36908/esha.v12i1.1818 MANAGING AI-DRIVEN DIGITAL TRANSFORMATION IN VOCATIONAL EDUCATION: A JURIDICAL PERSPECTIVE ON ACADEMIC DIGITALIZATION https://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/esha/article/view/1808 <p>The rapid advancement of digital technology has driven higher education institutions, particularly vocational education, to adopt Artificial Intelligence (AI) in academic management and learning systems. While AI offers efficiency and data-driven decision-making, its implementation raises managerial and legal challenges, especially regarding data protection and accountability. This study employed a descriptive qualitative approach using library research. Data were collected from reputable international journals, academic books, policy reports, and Indonesian legal documents related to education management, AI, and digital governance. The analysis was conducted using descriptive-analytical techniques, synthesizing managerial, technological, and legal perspectives. The findings indicate that AI-based digital transformation enhances the effectiveness of vocational education management, including learning personalization, academic evaluation, and administrative services. However, the use of AI also introduces potential risks such as algorithmic bias, over-reliance on digital systems, and vulnerability of students’ personal data. From a legal perspective, the implementation of AI in vocational education must be aligned with Indonesian regulations, particularly the Personal Data Protection Act and the Electronic Information and Transactions Act. The study concludes that successful digital transformation in vocational education requires an integrated framework that combines adaptive management, responsible AI use, and robust legal compliance to protect students’ rights and ensure sustainable educational governance.</p> Supriyatno Supriyatno Marsinah Marsinah Fitria Marisya M Bambang Purwanto Copyright (c) 2026 Ekonomica Sharia: Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-08-03 2026-08-03 12 1 31 48 10.36908/esha.v12i1.1808 PENGUATAN UMKM MUSLIM MELALUI PENDEKATAN HALAL DIGITAL ECOSYSTEM (Analisis Strategi Pengembangan Ekonomi Syariah di Era Digital) https://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/esha/article/view/1959 <p>Transformasi digital dan perkembangan ekonomi halal membuka peluang besar bagi penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Muslim di Indonesia. Namun, berbagai penelitian masih mengkaji digitalisasi, sertifikasi halal, literasi keuangan syariah, inklusi keuangan syariah, dan keuangan sosial Islam secara terpisah sehingga belum mampu menjelaskan keterkaitan antarkomponen dalam suatu ekosistem yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Halal Digital Ecosystem Framework (HDEF) sebagai kerangka konseptual yang mengintegrasikan berbagai elemen strategis untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan UMKM Muslim. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian konseptual melalui studi kepustakaan. Data sekunder diperoleh dari artikel ilmiah bereputasi, buku akademik, laporan lembaga nasional dan internasional, serta dokumen kebijakan yang dianalisis menggunakan analisis tematik dan sintesis literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan UMKM Muslim memerlukan pendekatan sistemik yang mengintegrasikan enam pilar utama, yaitu Digital Capability, Halal Value Chain, Islamic Financial Literacy, Islamic Financial Inclusion, Islamic Social Finance, dan Collaborative Governance dalam satu ekosistem yang saling terhubung. Kerangka HDEF menempatkan transformasi digital sebagai mekanisme integrasi yang menghubungkan pelaku usaha, lembaga keuangan syariah, regulator, lembaga sertifikasi halal, perguruan tinggi, penyedia teknologi, dan masyarakat. Kontribusi penelitian ini adalah menawarkan model konseptual yang dapat menjadi landasan bagi penelitian empiris maupun perumusan kebijakan strategis dalam pengembangan UMKM Muslim dan ekonomi syariah di era digital.</p> Chandra Satria Margo Purnomo Suparman Suparman Copyright (c) 2026 Ekonomica Sharia: Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-08-08 2026-08-08 12 1 49 68 10.36908/esha.v12i1.1959 PENGARUH INFLASI, SUKU BUNGA DAN JUMLAH UANG BEREDAR TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI 6 NEGARA ASEAN DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (ANALISIS DATA PANEL TAHUN 2014-2024) https://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/esha/article/view/1850 <p>Pertumbuhan ekonomi sangatlah dipengaruhi oleh stabilitas instrumen kebijakan moneter. Namun, integrasi keadilan dan keseimbangan sektor riil yang merupakan kunci prinsip ekonomi Islam seringkali diabaikan. Studi ini menguji dampak inflasi, suku bunga, serta jumlah uang beredar terhadap pertumbuhan ekonomi di enam negara ASEAN (Brunei Darussalam, Indonesia, Kamboja, Malaysia, Thailand, dan Vietnam) dari tahun 2014 hingga 2024, yang dianalisis melalui perspektif ekonomi Islam. Menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif, data panel dianalisis melalui <em>Random Effect Model</em> (REM). Hasil penelitian memberitahukan jika inflasi, suku bunga, maupun jumlah uang beredar dengan parsial memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan pada pertumbuhan ekonomi. Secara simultan, ketiga variabel tersebut juga menunjukkan tren searah namun tidak memengaruhi pertumbuhan ekonomi dengan signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa ekspansi likuiditas moneter tanpa diimbangi oleh lonjakan produktivitas sektor riil belum mampu memberikan dorongan pertumbuhan yang nyata, sejalan dengan prinsip Islam yang mengharuskan keseimbangan sektor moneter dan riil serta menghindari spekulasi dan riba. Studi ini menawarkan wawasan praktis bagi para pembuat kebijakan ASEAN untuk merancang strategi ekonomi yang memprioritaskan distribusi kekayaan yang merata sesuai dengan <em>maqashid syariah</em></p> Sulistia Wati Nurlaili Nurlaili Nur Wahyu Ningsih Copyright (c) 2026 Ekonomica Sharia: Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-08-10 2026-08-10 12 1 69 84 10.36908/esha.v12i1.1850 EKSPLOITASI BURUH DALAM INDUSTRI MAKANAN HALAL: ANALISIS NORMATIF PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HAK ASASI MANUSIA https://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/esha/article/view/1859 <p>Industri makanan halal berkembang pesat sebagai bagian dari ekonomi syariah global. Namun, di balik pertumbuhan tersebut masih ditemukan praktik eksploitasi buruh yang bertentangan dengan nilai-nilai keadilan dalam Islam dan standar Hak Asasi Manusia (HAM). Penelitian ini bertujuan menganalisis perlindungan hak buruh dalam industri makanan halal berdasarkan perspektif hukum Islam dan HAM serta mengkaji relevansi standar sertifikasi halal terhadap pemenuhan hak-hak pekerja. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual. Data yang digunakan berupa bahan hukum primer dan sekunder yang dianalisis secara deskriptif-komparatif dengan pendekatan preskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem sertifikasi halal saat ini masih berorientasi pada aspek kehalalan produk, seperti bahan baku dan proses produksi, sementara perlindungan hak buruh belum menjadi indikator penilaian. Padahal, praktik eksploitasi seperti upah yang tidak layak, jam kerja berlebihan, serta lemahnya perlindungan sosial bertentangan dengan prinsip keadilan ('adl), larangan kezaliman (ẓulm), dan tujuan maqāṣid al-syarī'ah, khususnya perlindungan jiwa (ḥifẓ al-nafs) dan harta (ḥifẓ al-māl). Praktik tersebut juga tidak sejalan dengan instrumen HAM internasional yang menjamin hak atas pekerjaan yang layak dan perlindungan terhadap pekerja. Penelitian ini merekomendasikan reformulasi standar sertifikasi halal melalui integrasi indikator perlindungan hak buruh sebagai bagian dari sistem jaminan halal sehingga konsep halal tidak hanya berorientasi pada kehalalan produk, tetapi juga mencerminkan keadilan sosial dan penghormatan terhadap martabat manusia.</p> Tarmidzi Tarmidzi Medina Janneta Humaida Anindya Aryu Inayati Asep Suraya Maulana Teti Hediati Copyright (c) 2026 Ekonomica Sharia: Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-08-10 2026-08-10 12 1 85 106 10.36908/esha.v12i1.1859 TOWARD A MAQASID AL-SHARIAH-BASED MONETARY SYSTEM: A CONCEPTUAL CRITIQUE OF FIAT MONEY https://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/esha/article/view/1893 <p><em>This study examines the structural weaknesses of the fiat money-based monetary system and evaluates its compatibility with the objectives of </em>maqasid al-shariah<em>. Employing a qualitative library research approach, the study applies thematic content analysis to classical and contemporary literature on monetary economics, Islamic economics, and </em>maqasid al-shariah<em>. The analysis focuses on four major themes: monetary expansion, financial instability, distributive inequality, and social welfare. These themes are subsequently evaluated using the </em>maqasid al-shariah<em> framework, particularly the dimensions of wealth protection (</em>hifz al-mal<em>) and human well-being (</em>hifz al-nafs<em>). The findings indicate that the fiat money system structurally encourages debt-based monetary expansion, excessive financialization, and unequal distribution of seigniorage benefits. These conditions contribute to inflationary pressures, recurrent financial crises, and widening wealth inequality, thereby weakening the linkage between the monetary and real sectors. From a </em>maqasid al-shariah<em> perspective, such outcomes have the potential to undermine wealth preservation, distributive justice, and broader social welfare. This study argues that a monetary system more consistent with </em>maqasid al-shariah<em> requires institutional reconstruction rather than merely changing the form of money. Accordingly, it proposes a conceptual framework based on four interrelated pillars: asset-backed monetary arrangements, stronger integration between monetary and real sectors, controlled credit expansion through risk-sharing finance, and maqasid-oriented monetary governance. The main contribution of this study lies in integrating the critique of fiat money with a comprehensive </em>maqasid al-shariah<em> evaluation framework and providing a conceptual roadmap for developing a more stable, equitable, and welfare-oriented monetary system.</em></p> Ayif Fathurrahman Copyright (c) 2026 Ekonomica Sharia: Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-08-15 2026-08-15 12 1 107 124 10.36908/esha.v12i1.1893