https://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/expense/issue/feedExpense: Jurnal Manajemen Bisnis2026-04-10T13:19:16+00:00Doly Nofiansyahexpense.journal@stebisigm.ac.idOpen Journal Systems<p><strong>Expense: Jurnal Manajemen Bisnis </strong> adalah kumpulan jurnal, artikel, ide, konsep, teori dan hasil penelitian dari berbagai bidang yang berkaitan dengan lingkup Manajemen dan bisnis seperti Manajemen Keuangan, Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Pemasaran, Manajemen Strategi dan Kewirausahaan, Manajemen Syariah, dan ruang lingkup bisnis seperti Bisnis Franchise, Bisnis Marketplace, Bisnis Dropship, Bisnis Manufakture, dan Bisnis Subsription serta bisnis lainnya yang berhubungan dengan bidang tersebut.<br><strong>Expense: Jurnal Manajemen Bisnis </strong> diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri dengan periode penerbitan 2 (Dua) kali dalam setahun yaitu Bulan Juni dan Desember. </p>https://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/expense/article/view/1756Peran Transformation Digital, Optimalisasi Sistem Informasi Akuntansi Bisnis Digital Berbasis Teknologi2026-01-10T02:17:17+00:00Delita Apriyani2024520025@students.uigm.ac.idLesi Hertatilesihertati@uigm.ac.idTerrti Aviniavini.saputra@uigm.ac.idAgustina Heryatiagustina.heryati@uigm.ac.id<p>Perkembangan teknologi digital mendorong organisasi untuk bertransformasi dan mengintegrasikan sistem keuangan dengan teknologi modern. Transformasi digital membawa dampak signifikan terhadap efektivitas Sistem Informasi Akuntansi (SIA), terutama pada organisasi berbasis teknologi yang membutuhkan kecepatan, ketepatan, dan keamanan data keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana digital transformation, literasi digital, dan akuntansi digital berpengaruh terhadap optimalisasi SIA. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif explanatory melalui studi literatur dan analisis data dari responden pengguna SIA digital. Penerapan digital transformation mampu meningkatkan akurasi, integrasi data, serta efisiensi pelaporan keuangan. Literasi digital pengguna dan kesiapan organisasi terhadap perkembangan teknologi menjadi faktor penentu keberhasilan implementasi SIA modern. Akuntansi digital berperan penting dalam mempercepat pemrosesan transaksi dan meningkatkan keandalan informasi keuangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi digital merupakan elemen strategis untuk mewujudkan SIA yang efektif, transparan, dan adaptif terhadap perubahan lingkungan bisnis.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Delita Apriyani, Lesi Hertati, Terrti Avini, Agustina Heryatihttps://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/expense/article/view/1772Implementasi Ushul Fiqh Dalam Pengambilan Keputusan Manajerial Pada Manajemen Bisnis Syariah2026-01-24T01:00:05+00:00Amelia Putri Islamiamaliaputriislami398@gmail.comKayla Anandithaamaliaputriislami398@gmail.comRevina Revinaamaliaputriislami398@gmail.comZhalika Afarin Azurahamaliaputriislami398@gmail.comIntan Shiffa Salsyabillahamaliaputriislami398@gmail.comPutri Wahida Amsyariamaliaputriislami398@gmail.comChoiriyah Choiriyahchoi@stebisigm.ac.id<p>Keputusan manajemen dalam bisnis syariah harus sesuai dengan prinsip-prinsip hukum Islam dan tidak hanya mengejar keuntungan. Ushul Fiqh adalah metodologi penetapan hukum yang membantu manajer menangani berbagai masalah bisnis yang dinamis dan kompleks. Studi ini menyelidiki penerapan Ushul Fiqh dalam proses pengambilan keputusan manajemen dalam perusahaan syariah. Untuk melakukan penelitian ini, digunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan penelitian kepustakaan. Selain itu, literatur tentang Ushul Fiqh, jurnal ekonomi, dan manajemen bisnis syariah, serta peraturan yang terkait, dipelajari. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip Ushul Fiqh seperti qiyas, maslahah mursalah, istihsan, dan "urf" bisa digunakan menjadi dasar untuk membuat kebijakan manajemen, mengembangkan produk, dan mengelola risiko bisnis syariah. Dengan penerapan Ushul Fiqh, adalah mungkin untuk membuat keputusan manajemen yang fleksibel sambil mempertahankan kepatuhan syariah, nilai-nilai keadilan, dan kemaslahatan. Oleh karena itu, Ushul Fiqh memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan dan kelangsungan operasi bisnis syariah.</p>2026-01-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Amelia Putri Islami, Kayla Ananditha, Revina, Zhalika Afarin Azurah, Intan Shiffa Salsyabillah, Putri Wahida Amsyari, Choiriyahhttps://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/expense/article/view/1773Human-Centred Leadership in Human Resource Management in the Society 5.0 Era2026-01-24T01:05:20+00:00Shelva Aurellia Naswyashelvaarllia@gmail.comHavis Aravikhavis@stebisigm.ac.idAhmad Tohirit@stebisigm.ac.idDodi Irawandodiirawantarbiyah_uin@radenfatah.ac.id<p><em>With the advancement of digital technology in the Society 5.0 era, human resource management (HRM) has undergone significant transformation. To achieve a balance between the use of technology and human values, changes are needed. This paradigm encourages the use of a human- centered leadership approach. This approach places humans at the center of organizational decision-making. Using a systematic literature review of national and international journals, this study aims to examine the concepts, features, and roles of human-centered leadership in human resource management in the Society 5.0 era. The study shows that human-centered leaders can improve employee performance, engagement, and well-being through emotional intelligence, individual empowerment, and empathy. In addition, human-centered leaders also help organizations adapt to the challenges arising from digitalization. This method is still relevant as a flexible and sustainable leadership approach to address contemporary organizational dynamics.</em></p>2026-01-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Shelva Aurellia Naswya, Havis Aravik, Ahmad Tohir, Dodi Irawanhttps://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/expense/article/view/1774Islamic Consumption Ethics in the Context of the Digital Economy: A Normative Analysis Based on the Qur'an and Hadith2026-01-24T03:34:50+00:00Anisa NuranaAnisanurana39@gmail.comRizky Amalia SyaputriRizkiamaliasyaputri9@gmail.comEma Permata SariEpermatsaru843@gmail.comHavis Aravikhavis@stebisigm.ac.id<p><em>The development of the digital economy has significantly transformed consumption patterns, including those of Muslim consumers. The ease of digital transactions, algorithm- based marketing strategies, and features such as e-commerce platforms and digital payment systems tend to encourage impulsive and excessive consumption behavior. These conditions raise ethical concerns that require a response grounded in Islamic values. This article aims to examine Islamic consumption ethics in the context of the digital economy through a normative analysis based on the Qur’an and Hadith. The study employs a qualitative normative research method using library research, analyzing relevant Qur’anic verses, Prophetic traditions, and contemporary academic literature related to consumption and the digital economy. The findings indicate that Islamic consumption ethics emphasize the principles of halal and thayyib, moderation (wasathiyah), avoidance of extravagance (israf and tabdzir), and social responsibility as the foundation of ethical consumption behavior. These principles remain highly relevant in addressing the challenges of digital consumption, as they provide a moral framework to restrain impulsive and materialistic tendencies. Islamic consumption ethics are not merely normative concepts but also practical guidelines that foster rational, balanced, and socially responsible consumption. Therefore, strengthening the internalization of Islamic consumption ethics is essential to ensure that the growth of the digital economy aligns with Sharia principles and promotes sustainable welfare.</em></p>2026-01-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Anisa Nurana, Rizky Amalia Syaputri, Ema Permata Sari, Havis Aravikhttps://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/expense/article/view/1785Pengaruh Literasi Digital terhadap Pemahaman Nilai-Nilai Pancasila2026-02-04T14:32:16+00:00Muhammad Mayqi Sahrudinmuhammadmayqisyahrudin@gmail.comNova Yanti Malehanova@stebisigm.ac.idChoiriyah Choiriyahchoi@stebisigm.ac.id<p>Perkembangan teknologi digital membawa pengaruh besar terhadap pola pikir dan perilaku generasi muda, termasuk dalam memahami dan menginternalisasi nilai-nilai Pancasila. Di tengah derasnya arus informasi yang tidak selalu sesuai dengan semangat kebangsaan, literasi digital menjadi keterampilan esensial yang tidak hanya mencakup aspek teknis, tetapi juga menyangkut kemampuan berpikir kritis dan bersikap etis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi digital terhadap pemahaman nilai-nilai Pancasila melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka. Data dikumpulkan dari berbagai sumber ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital yang terintegrasi dengan nilai-nilai Pancasila mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap prinsip-prinsip dasar ideologi bangsa seperti toleransi, gotong royong, keadilan, dan demokrasi. Namun, keberhasilan tersebut sangat bergantung pada intervensi pendidikan yang terarah, kualitas pendampingan guru, serta dukungan kurikulum berbasis karakter. Oleh karena itu, integrasi literasi digital dalam pendidikan nilai perlu dikuatkan sebagai strategi membangun generasi muda yang cakap teknologi sekaligus berjiwa Pancasilais.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Muhammad Mayqi Sahrudin, Nova Yanti Maleha, Choiriyahhttps://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/expense/article/view/1823Falah and The Transformation of The Concept of Well-Being In The Digital Age (An Approach from Islamic Economic Philosophy)2026-04-10T13:19:16+00:00Tiara Maharani Putritp250606@gmail.com Dwi Gita Meilanidwigitameilani270506@gmail.comNasywa Defika Jasminenasywadefikaj@gmail.comHavis Aravikhavis@stebisigm.ac.id<p><em>The development of the digital era has brought significant changes in economic structure and practices that have an impact on the transformation of the meaning of welfare. The concept of welfare which has been tended to be understood materially in the conventional economic paradigm is considered to be unable to represent human welfare as a whole. In the Islamic economic perspective, welfare is understood through the concept of falah, which is the success of life that includes material, social, and spiritual dimensions. This article aims to analyze the transformation of the meaning of welfare in the digital era by using the approach of Islamic economic philosophy. The research method used is library research with a descriptive-analytical approach to various relevant scientific literature. The results of the study show that economic digitalization provides opportunities to increase welfare through efficiency and expansion of economic access, but also presents challenges in the form of digital inequality and value shifts. Therefore, the concept of falah becomes a relevant alternative paradigm to interpret welfare holistically and fairly in the digital era, by placing technology as a means to achieve the benefits and goals of maqashid al-shari'ah.</em></p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Tiara Maharani Putri, Dwi Gita Meilani, Nasywa Defika jasmine, Havis Aravik