Konsep Buruh dalam Perspektif Islam

Keywords: Buruh, Majikan, Kapitalisme, Sosialisme, Islam

Abstract

Penelitian ini membahas konsep kerja dalam perspektif Islam. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan normatif, menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan realitas yang ada atau apa yang terjadi atau realitas sebenarnya dalam objek yang diteliti. Islam sebagai agama rahmatan lil alamen, sangat memperhatikan pekerja. Dalam lintasan sejarah, Islam datang di era penuh ketidakadilan, penindasan, ketidakadilan, dan ketidaksetaraan ekonomi, sehingga orang-orang diklasifikasikan ke dalam kelompok-kelompok kecil berdasarkan suku dan suku. Struktur sosial seperti ini, yang kemudian menimbulkan stratifikasi sosial. Islam merombak berbagai sistem diskriminatif dengan menyediakan berbagai solusi alternatif termasuk di bidang tenaga kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam memandang buruh sebagai Anda yang harus diperlakukan sebaik mungkin oleh majikan. Kemudian instruksikan setiap majikan untuk memperlakukan pekerja dengan baik, dalam bentuk menghormati dan mempertahankan dan bersikap ramah dan menjaga dari memperlakukan pekerja secara tidak terhormat. Islam juga mewajibkan pemberi kerja untuk menyediakan beban kerja yang tidak melebihi batas kapasitas kerja. Dan kewajiban moral seorang pekerja kepada majikan adalah menghormati majikan dengan melaksanakan semua kewajiban yang telah diikat oleh majikannya.

 

Vol 4 No 1 Agustus
Published
2018-08-10
How to Cite
Aravik, H. (2018). Konsep Buruh dalam Perspektif Islam. Islamic Banking : Jurnal Pemikiran Dan Pengembangan Perbankan Syariah, 4(1), 1-10. https://doi.org/10.36908/isbank.v4i1.50