Integrasi Komposting dan Budidaya Kelor- Maggot sebagai Pemanfaatan Limbah Dapur dan Penguatan Pangan Keluarga Posyandu Teguhan
Main Article Content
Abstract
Masih tingginya angka stunting dan gizi kurang serta belum optimalnya pemanfaatan potensi lokal seperti limbah dapur, lahan pekarangan dan kandang yang terbengkalai di desa Teguhan maka tim membuat Program Composting Chicken Coop dengan integrasi budidaya kelor dan maggot merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Desa Teguhan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, sebagai upaya pemberdayaan kader posyandu dalam penyediaan pangan bergizi dan pengelolaan limbah rumah tangga secara berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi survei lapangan, sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, penerapan teknologi Composting Chicken Coop, dan pendampingan intensif. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan peningkatan signifikan terhadap pengetahuan dan keterampilan kader posyandu mengenai pangan bergizi, budidaya kelor, pengolahan limbah organik, serta budidaya maggot. Evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep superfood dari 40% menjadi 88%, pengetahuan tentang kelor dari 30% menjadi 80%, pengolahan sampah organik dari 20 % menjadi 90 % dan pemahaman budidaya maggot dari 10 % menjadi 75 %. Dari sisi implementasi, diperoleh hasil berupa 80 ekor ayam sehat yang dimanfaatkan sebagai tambahan pangan bergizi balita, 13 tanaman kelor tumbuh subur, dan 1,2 kg maggot yang berhasil dibudidayakan. Program ini berhasil menciptakan sistem terpadu pengelolaan limbah organik menjadi sumber pangan dan pupuk alami melalui konsep sirkular berbasis Composting Chicken Coop.