Cryptocurrency Dalam Persfektif Maqashid Syariah Imam Asy-Syatibi

Authors

  •  Eka Destarada Sesunan Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
  •  Tita Siti Fatimah Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
  •  Wartoyo Wartoyo Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Keywords:

Cryptocurrency, Maqasid Syariah, Asy-Syatibi, Blockchain, Ekonomi Islam

Abstract

Penelitian ini menganalisis fenomena cryptocurrency dari perspektif maqasid syariah Asy-Syatibi, dengan fokus pada lima prinsip utama perlindungan (kulliyat al-khamsah): agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta, dan juga memahami maslahah dengan tiga tingkatann Dharuriyyah, Hajiyyah, Tahsiniyyah. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur tentang cryptocurrency dan prinsip-prinsip maqasid syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cryptocurrency memiliki potensi maslahah (manfaat) dalam hal transparansi, efisiensi transaksi, dan inklusivitas keuangan, namun juga mengandung unsur mafsadah (kemudaratan) seperti gharar (ketidakpastian), maysir (spekulasi), dan potensi dalam penyalahgunaan. Dalam kerangka maqasid syariah Asy-Syatibi, cryptocurrency perlu dievaluasi berdasarkan tingkatan daruriyyat (primer), hajiyyat (sekunder), dan tahsiniyyat (tersier) untuk memastikan perlindungan terhadap lima aspek fundamental kehidupan manusia.

Downloads

Published

2026-04-12

How to Cite

Eka Destarada Sesunan, Tita Siti Fatimah, & Wartoyo, W. (2026). Cryptocurrency Dalam Persfektif Maqashid Syariah Imam Asy-Syatibi . Ariyah: Jurnal Hukum Ekonomi Bisnis, 2(1), 1–20. Retrieved from https://ejournal.stebisigm.ac.id/index.php/ariyah/article/view/1828